Senin, 28 September 2015

Mendengarkan Siaran atau Informasi dari Media Elektronik


Mendengarkan merupakan salah satu bentuk kegiatan menyerap informasi yang diungkapkan atau dibacakan oleh orang lain. Sebagai salah satu bentuk kegiatan berbahasa, mendengarkan merupakan kegiatan aktif yang dilakukan karena tidak saja melibatkan indera pendengar sebagai alat penyerap informasi, tapi juga syaraf-syaraf dalam otak yang mengolah informasi dari indera pendengar untuk dimasukkan dalam memori di otak manusia. Tingkat keberhasilan seseorang dari kegiatan mendengarkan bisa diamati dari kemampuan seseorang tersebut untuk mengungkapkan atau menceritakan kembali isi informasi yang didengarkan, menjawab pertanyaan yang diajukan, menyimpulkan dari isi informasi yang disajikan dan banyak lagi yang lainnya. Agar kegiatan mendengarkan bisa tercapai dengan baik, terdapat beberapa hal yang perlu disiapkan, yaitu (1) kondisi emosi/perasaan stabil, (2) konsentrasi terpusat pada informasi yang didengarkan, (3) suasana tenang, (4) hilangkan suara-suara yang menggangu, dan (5) sediakan alat-alat yang membantu mengingat, agar tidak terdapat informasi yang tertinggal atau kurang, misalnya alat tulis untuk mencatat atau alat perekam.

Setiap hari ada banyak berita yang disajikan, dan setiap hari pula kamu bisa melihat berita baik di media cetak (koran, tabloid, majalah dan lainnya) maupun di media elektronik (radio, televisi, internet dan sambungan-sambungan elektronik yang lain). Penyajian berita yang diberikan tiap hari, tentu membuat kamu mengetahui penyajian sebuah berita, namun tahukah kamu pengertian dari sebuah berita? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, berita adalah cerita atau keterangan, laporan, pemberitahuan mengenai kejadian atau peristiwa yang sedang hangat diperbincangkan. Dalam praktisnya, sebuah berita selalu dikaitkan dengan kegiatan jurnalistik. Oleh karena itu, dalam ilmu jurnalistik yang dikatakan laporan bernilai berita bukanlah peristiwa anjing menggigit orang melainkan peristiwa orang menggigit anjing.

Sebuah laporan yang dimasukkan dalam kategori berita sedikitnya memuat unsur pemberitaan yang dikenal dengan istilah 5W1H, yaitu what, who, when, where, why dan how. Berdasarkan penjenisan dalam ilmu jurnalistik, berita dibedakan atas, pertama, berita langsung atau disebut dengan istilah straight news, merupakan jenis berita yang memberikan pengaruh bagi kelangsungan hidup hajat hidup orang banyak. Misalnya, Kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM berdampak pada melambungnya harga sembako. Kedua, berita ringan atau disebut dengan istilah soft news, merupakan jenis berita yang memuat tema-tema ringan menggigit yang bisa dijadikan cermin hidup sang pembaca. Misalnya, Cinta ditolak polisi bertindak. Ketiga, berita mendalam atau disebut dengan istilah deep news, merupakan jenis berita yang tidak saja memuat laporan kejadian namun juga dilakukan analisis dari berbagai segi oleh pakar atau ahli dibidangnya masing-masing. Oleh karena itu biasanya dimuat di majalah dalam beberapa halaman. Keempat, berita kisah atau disebut dengan istilah feature, merupakan jenis berita yang melaporkan peristiwa demi peristiwa yang terjadi secara rinci dan detail dari awal sampai akhir. Misalnya, profil seseorang, laporan perjalanan, dan banyak lagi yang lainnya.

Memberikan tanggapan merupakan kegiatan memberikan masukan, kritik sampai pujian terhadap segala sesuatu yang dirasa kurang ideal atau pas. Satu hal yang perlu perhatikan saat memberikan tanggapan adalah ungkapkan dengan bahasa yang santun, tidak menghina atau menggurui dan sertakan juga alasan yang mendukung dan saran bagaimana seharusnya dilakukan.

1. Teknik Mendengarkan Siaran Radio/Televisi

Agar proses kegiatan mendengarmu tidak sia-sia, maka kamu perlu memerhatikan beberapa hal. Hal ini bertujuan agar kamu dapat menanggapi siaran berita radio/televisi dengan baik. Hal yang perlu kamu perhatikan adalah sebagai berikut.

a. Konsentrasilah pada siaran yang akan kamu dengarkan.

b. Gunakan indra pendengaranmu dengan penuh saksama.

c. Dengarkan siaran pembacaan berita secara utuh.

d. Setelah itu, buat kata-kata kunci/catatan kecil mengenai isi berita.

e. Tulislah pokok-pokok isi beritanya.


2. Menanggapi Isi dari Siaran Berita

Setelah mendengarkan sebuah siaran berita, dapatkah kamu menanggapi isinya? Isi sebuah siaran berita dapat kamu tanggapi berdasarkan pokok-pokok beritanya. Untuk menemukan pokok-pokok isi berita dapat kamu cari dengan dua langkah, yaitu sebagai berikut.

a. Metode 5W + 1H, yaitu What (apa) beritanya, Where (di mana) berlangsung, When (kapan) terjadinya, Who (siapa) pelakunya, Why (mengapa), dan How (bagaimana).

b. Menemukan pokok-pokok pikiran setiap paragraf/bagiannya.

Berdasarkan pokok-pokok berita tersebut, kamu dapat memberikan tanggapan terhadap berita tersebut. Bagaimana cara menanggapi sebuah berita (informasi)? Santun memberikan tanggapan meliputi sebagai berikut.

a. Mendukung pendapat yang diterima dengan alasan yang masuk akal.

b. Dukungan disampaikan secara wajar dan tidak berlebihan.

c. Menunjukkan hal-hal yang baik, unggul, dan bermanfaat.

d. Pendapat yang disampaikan benar-banar baik sesuai topik dan tidak ikut-ikutan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar