Minggu, 11 Oktober 2015

Bahasa dan Membaca: Perkembangan dan Kesulitannya


Bahasa dan Membaca: Perkembangan dan Kesulitannya

Solveig-Alma H. Lyster

Pendahuluan


Bab ini terutama akan membahas perkembangan membaca dan gangguan membaca. Namun, membaca adalah proses linguistik. Untuk dapat membaca dengan baik, pembaca harus memahami sintaks dan semantik bahasa dan harus memiliki pengetahuan tentang abjad dan memiliki kesadaran tentang aspek-aspek tertentu dari struktur linguistik bahasa. Oleh karena itu, hubungan antara perkembangan bahasa, pengetahuan linguistik dan membaca merupakan aspek sentral bab ini. Kesadaran linguistik, yaitu kemampuan untuk menelaah bahasa, akan menjadi fokus utama. Kesadaran linguistik sangat berkaitan dengan perkembangan membaca dalam bahasa yang alfabetik, dan karenanya merupakan hal yang sangat penting dalam pengajaran membaca. Perkembangan membaca juga sangat tinggi korelasinya dengan ejaan dan kemampuan untuk menyandikan kata-kata dalam bentuk ortografiknya yang benar. Oleh karena itu, meskipun membaca merupakan kajian utama bab ini, tetapi bahasan tentang ejaan dan tulisan tidak dapat diabaikan. Dengan cara yang berbeda, membaca mempengaruhi menulis dan menulis mempengaruhi membaca. Ini berarti bahwa latihan mengeja dan menulis bermanfaat untuk perkembangan membaca dan sebaliknya. Tidak ada satu pun program pelatihan membaca yang dapat memecahkan semua permasalahan yang dihadapi anak ketika belajar membaca dan menulis. Namun, program-program pelatihan membaca yang paling efektif mempunyai fitur-fitur tertentu yang sama. Pengajaran membaca yang formal perlu difokuskan pada perkembangan dua jenis penguasaan: pengenalan kata dan pemahaman. Kedua aspek ini karenanya akan difokuskan dalam bab ini.

Jumat, 09 Oktober 2015

Pembelajaran Tematik


A. LATAR BELAKANG


Peserta didik yang berada pada sekolah dasar kelas satu, dua, dan tiga berada pada rentangan usia dini. Pada usia tersebut seluruh aspek perkembangan kecerdasan seperti IQ, EQ, dan SQ tumbuh dan berkembang sangat luar biasa. Pada umumnya tingkat perkembangan masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) serta mampu memahami hubungan antara konsep secara sederhana. Proses pembelajaran masih bergantung kepada objek-objek konkrit dan pengalaman yang dialami secara langsung.

Kamis, 08 Oktober 2015

Pembelajaran Kontekstual


A. Latar Belakang Filosofis dan Psikologis


Penerapan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) di Amerika Serikat bermula dari pandangam ahli pendidikan klasik John Dewey yang pada tahun 1916 mengajukan teori kurikulum dan metodologi pengajaran yang berhubungan dengan pengalaman dan minat siswa. Filosofi pembelajaran kontekstual berakar dari paham progressivisme John Dewey. Intinya, siswa akan belajar dengan baik apabila apa yang mereka pelajari berhubungan dengan apa yang telah mereka ketahui, serta proses belajar akan produktif jika siswa terlibat dalam proses belajar di sekolah. Pokok-pokok pandangan progressivisme antara lain:

Selasa, 06 Oktober 2015

Pembelajaran Paikem

PEMBELAJARAN

PAIKEM

A. Latar Belakang


Para ahli pendidikan berpendapat bahwa proses pembelajaran di sekolah sampai saat ini cenderung berpusat kepada guru. Tugas guru adalah menyampaikan materi-materi dan siswa diberi tanggung jawab untuk menghafal semua pengetahuan. Memang pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat dalam jangka pendek, tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang.

Selasa, 29 September 2015

Diskusi

1. Pengertian Diskusi


Diskusi adalah cara bertukar pendapat antara dua orang atau lebih untuk memperoleh kesepakatan atau keputusan bersama.

2. Pelaksanaan Diskusi

Menulis Pantun

1)      Pengertian Pantun
            Pantun berarti misal, umpama, ibarat, atau tamsil Suprapto (2009:2). Pantun merupakan salah satu jenis puisi Melayu lama yang secara luas dikenal di kalangan masyarakat Nusantara. Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan, namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis Hidayati (2010 :1).
            Pantun berasal dari bahasa Minangkabau yaitu patuntun yang berarti "petuntun". Dalam bahasa sunda atau di Jawa Barat, istilah pantun dikenal sebagai paparikan, sedangkan di Jawa Tengah dikenal sebagai parikan, dalam bahasa Toraja disebut londe, dalam bahasa Batak dikenal sebagai umpasa, dan masyarakat Maluku menyebutnya panton Hidayati (2010:1-4).

Senin, 28 September 2015

LAPS HEURISTIK

A. Pengertian Logan Avenue Problem Solving – Heuristik (LAPS-Heuristik)
Dalam Nurdin (2006:25), Heuristic adalah suatu penuntun berupa pertanyaan yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu masalah. Heuristic berfungsi mengarahkan pemecahan masalah (dalam hal ini siswa) untuk menemukan solusi dari masalah yang diberikan. Polya (dalam Soekisno, 2002:18) mendefinisikan heuristik sebagai suatu cara membantu untuk menemukan pemecahan.

Strategi Pembelajaran Inovatif

A. INKUIRI

1. Pengertian

Inkuiri adalah istilah dalam bahasa Inggris yang berarti pertanyaan, pemeriksaan, atau penyelidikan. Pendekatan inkuiri berarti suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, logis, kritis, analisis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri ( Gulo, 2002).

Metode Total Physical Response

A. Latar Belakang Metode Total Physical Response
Respon Fisik Total (Total Physical Response) adalah sebuah metode pengajaran bahasa yang dibangun sekitar koordinasi ucapan dan tindakan. Metode ini mencoba untuk mengajar bahasa melalui aktivitas fisik (motor). Dikembangkan oleh James Asher, seorang profesor psikologi di San Jose State University, California, ia mengambil beberapa tradisi, termasuk perkembangan psikologi, teori belajar, dan pendidikan kemanusiaan, seperti halnya pada prosedur pengajaran bahasa yang diusulkan oleh Harold dan Dorothy Palmer pada tahun1925. Mari kita mempertimbangkan secara singkat teladan ini untuk Respon Fisik Total (Total Physical Response).

Media Gambar Seri

a. Pengertian Media Gambar Seri

Menurut Djamarah dan Zain (dalam Hasnindah, 2011: 8), secara umum media dapat diklarifiksikan atas tiga jenis, yaitu; media auditif (mengandalkan kemampuan suara), media visual (mempunyai unsur gambar), dan media audio-visual (mempunyai unsur suara dan gambar). Media yang dimaksud dalam kajian ini adalah media gambar seri dalam pembelajaran yang hanya mempunyai unsur gambar, berupa gambar seri sebagai media visual.

Media Pembelajaran

a. Pengertian Media

Kata media berasal dari bahasa latin, medium yang secara harfiah berarti ‘tengah’, ‘perantara’, atau ‘pengantar’. Atau dengan kata lain media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim pesan kepada penerima pesan (Sanjaya, 2012: 65).

Model Pembelajaran Mind Mapping

Buzan (2010) berpendapat bahwa mind mapping adalah cara termudah untuk menyampaikan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi ke luar dari otak. mind mapping adalah cara mencatat yang kreatif, efektif, dan secaa harfiah akan “memetahhkan” pikiran-pikiran kita. Kita bisa membandingkan mind mapping dengan peta kota. Pusat mind mapping mewakili ide terpenting. Jalan-jalan utama dalam proses pemikiran kita, jalan-jalan sekunder mewakili pikiran-pikiran sekunder, dan seterusnya. Gambar-gambar atau bentuk-bentuk khusus dapat mewakili area-area menarik atau ide-ide menarik tertentu. mind mapping dapat membantu kita dalam sangat banyak hal berikut ini hanyalah beberapa di antaranya. mind mapping dapat membantu kita untuk:
  1. Merencana 
  2. Berkomunikasi
  3. Menjadi lebih kreatif
  4. Menghemat waktu
  5. Menyelesaikan masalah
  6. Memusatkan perhatian
  7. Menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran
  8. Mengingat dengan lebih baik
  9. Belajar lebih cepat dan efisien
  10. Melihat gambar keseluruhan

Metode Membaca SQ3R

Metode SQ3R dikembangkan oleh Francis P. Robinson pada tahun 1941, merupakan suatu sistem membaca semakin pupuler digunakan dalam proses belajar mengajar bahasa Indonesia. “SQ3R merupakan proses membaca yang terdiri atas lima langkah, yaitu: survey, question, read, recite, dan review” (Soedarso, 2006:59)

Model Pembelajaran Kontekstual

a. Pengertian

Elaine B. Johnson (Riwayat, 2008) mengatakan pembelajaran kontekstual adalah sebuah sistem yang merangsang otak untuk menyusun pola-pola yang mewujudkan makna. Sebuah pembelajaran kontekstual adalah suatu sistem pembelajaran yang cocok dengan otak yang menghasilkan makna dengan menghubungkan muatan akademis dengan konteks dari kehidupan sehari-hari siswa. Jadi, pembelajaran kontekstual adalah usaha untuk membuat siswa aktif dalam memompa kemampuan diri tanpa merugi dari segi manfaat, sebab siswa berusaha mempelajari konsep sekaligus menerapkan dan mengaitkannya dengan dunia nyata (Rusman, 2011: 187).

Menulis Puisi

a. Definisi Puisi

Secara etimologi, puisi menurut Komaidi (2011: 161) adalah salah satu genre atau jenis sastra. Sering kali istilah “puisi” disamakan dengan “sajak”. Akan tetapi sebenarnya tidak sama, puisi itu merupakan jenis sastra yang melingkupi sajak, sedangkan sajak adalah bagian atau individu puisi. Dalam istilah bahasa Inggrisnya puisi disebut poetry dan sajak disebut poem sedangkan dalam bahasa Belanda gedicht yang berarti sajak.

Model Pembelajaran Show Not Tell (SNT)

Show not tell dikembangkan oleh Rebekah Caplan (dalam De Porter dan Henacki, 2007, Hernawo, 2003). Show not tell adalah teknik untuk mempercepat pengembangan gagasan pada proses menulis dengan cara bertolak dari bentuk kalimat memberitakan, kemudian mengubahnya menjadi paragraf yang menggambarkan.

Teks Prosedur Kompleks

A. Pengertian

Prosedur kompleks merupakan teks yang menjelaskan langkah-langkah secara lengkap dan jelas tentang cara melakukan sesuatu. Tujuan komunikatif teks prosedur adalah untuk memberi tahu tentang cara-cara atau langkah-langkah melakukan sesuatu.

B. Struktur Teks

Teks prosedur kompleks menyerupai artikel. Seperti halnya artikel pada umumnya, teks tersebut terbagi ke dalam pendahuluan, pembahasan, dan penutup.

Mengidentifikasi Teks Laporan Hasil Observasi

A. Pengertian

Observasi adalah suatu cara pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap suatu obyek dalam suatu periode tertentu dan mengadakan pencatatan secara sistematis tentang hal-hal tertentu yang diamati. Banyaknya periode observasi yang perlu dilakukan dan panjangnya waktu pada setiap periode observasi tergantung kepada jenis data yang dikumpulkan. Apabila observasi itu akan dilakukan pada sejumlah orang, dan hasil observasi itu akan digunakan untuk mengadakan perbandingan antar orang-orang tersebut, maka hendaknya observasi terhadap masing-masing orang dilakukan dalam situasi yang relatif sama.

Teks laporan adalah teks yang berisi penjabaran umum / melaporkan sesuatu berupa hasil dari pengamatan (observasi). Teks laporan (report) ini juga disebut teks klasifikasi karena memuat klasifikasi mengenai jenis-jenis sesuatu berdasarkan kriteria tertentu. Jenis teks ini mendeskripsikan atau menggambarkan bentuk, ciri, atau sifat umum (general) seperti benda, hewan, tumbuh-tumbuhan, manusia, atau peristiwa yang terjadi di alam semesta kita.

Mengidentifikasi Teks Negosiasi

a. PENGERTIAN NEGOSIASI
Negosiasi yaitu bentuk interaksi sosial saat pihak-pihak yang terlibat berusaha saling menyelesaikan tujuan yang berbeda dan bertentangan. Sedangkan menurut kamus Oxford, negosiasi adalah suatu cara untuk mencapai kesepakatan melalui diskusi formal. Negosiator adalah orang yang melakukan negosiasi

Negosiasi dilakukan karena pihak – pihak yang berkepentingan perlu membuat kesepakatan mengenai persoalan yang menuntut penyelesaian.

b. TUJUAN NEGOSIASI

Teks Eksposisi

A. Pengertian Teks Eksposisi
  1. Menurut KBBI, Eksposisi adalah uraian (paparan) yang bertujuan menjelaskan maksud dan tujuan.
  2. Eksposisi adalah jenis teks yang berfungsi untuk mengungkapkan gagasan atau mengusulkan sesuatu berdasarkan argumentasi yang kuat.
  3. Teks eksposisi adalah sebuah teks yang dapat menceritakan pendapat pribadi Anda terhadap suatu permasalahan, seperti sebuah anjuran misalnya.
  4. Teks Eksposisi adalah karangan yang menyajikan sejumlah pengetahuan atau informasi.

Negosiasi

Pengertian Negosiasi

Mungkin kalian sudah tidak asing lagi dengan istilah negosiasi. Dalam kehidupan sehari-hari telinga kita sering mendengarnya, bahkan di koran dan majalah pada kolum iklan kita sering membaca kata nego, masalah model, corak dan warna bisa dinego, harga bisa dinego dan banyak lagi kata-kata yang mengandung istilah negosiasi.

Tahukah kalian, negosiasi kini sudah menjadi sebuah keahlian dan salah satu kompetensi kunci dalam dunia bisnis. Perusahaan-perusahaan yang punya ambisi untuk maju, secara agresif selalu memburu para executive yang jago dalam ber-negosiasi dan mereka rela untuk mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, hanya sekedar untuk mengasah karyawan yang ada di perusahaannya agar menjadi negosiator ulung. Mengapa demikian? Alasannya sangat sederhana, karena setiap interaksi dan transaksi, khususnya dalam dunia bisnis, semua pihak tentunya ingin mendapatkan perlakuan yang terbaik dan saling menguntungkan, dan untuk meyakinkan pihak patner bisnis maupun pelanggan tentang hal tersebut, tentunya diperlukan seorang karyawan yang pandai bernegosiasi.

Negosiasi berasal dari kata negotiation yang artinya perundingan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata negosiasi diartikan sebagai berikut :

Mengolah, Menalar, dan Menyajikan Informasi Lisan dan Tulis Melalui Teks Prosedur Kompleks

A. Pengertian Teks Prosedur Kompleks

Teks prosedur kompleks adalah teks yang menjelaskan cara sesuatu bekerja atau teks yang menjelaskan cara menggunakan pedoman instruksi/penggunaan. Tujuan komunikatif teks prosedur adalah untuk memberi tahu tentang cara-cara atau langkah-langkah melakukan sesuatu.

Mendengarkan Siaran atau Informasi dari Media Elektronik


Mendengarkan merupakan salah satu bentuk kegiatan menyerap informasi yang diungkapkan atau dibacakan oleh orang lain. Sebagai salah satu bentuk kegiatan berbahasa, mendengarkan merupakan kegiatan aktif yang dilakukan karena tidak saja melibatkan indera pendengar sebagai alat penyerap informasi, tapi juga syaraf-syaraf dalam otak yang mengolah informasi dari indera pendengar untuk dimasukkan dalam memori di otak manusia. Tingkat keberhasilan seseorang dari kegiatan mendengarkan bisa diamati dari kemampuan seseorang tersebut untuk mengungkapkan atau menceritakan kembali isi informasi yang didengarkan, menjawab pertanyaan yang diajukan, menyimpulkan dari isi informasi yang disajikan dan banyak lagi yang lainnya. Agar kegiatan mendengarkan bisa tercapai dengan baik, terdapat beberapa hal yang perlu disiapkan, yaitu (1) kondisi emosi/perasaan stabil, (2) konsentrasi terpusat pada informasi yang didengarkan, (3) suasana tenang, (4) hilangkan suara-suara yang menggangu, dan (5) sediakan alat-alat yang membantu mengingat, agar tidak terdapat informasi yang tertinggal atau kurang, misalnya alat tulis untuk mencatat atau alat perekam.

Menemukan Ide Pokok Berbagai Teks Nonsastra dengan Membaca Cepat


A. PENGERTIAN TEKS NONSASTRA
Teks nonsastra adalah karangan ilmiah dan bertujuan menambah wawasan dan pengetahuan pembaca. Hal ini berbeda dengan teks sastra yang bertujuan memberikan hiburan atau kepuasan batin. Teks nonsastra mengutamakan kelogisan dalam pengungkapannya. Contoh teks nonsastra, antara lain artikel, berita, dan karya ilmiah.